Kaos kaki katun vs polyester: mana yang lebih adem dan tidak bau?
Perbandingan kaos kaki katun dan polyester untuk pemakaian harian di iklim tropis: sirkulasi udara, penyerapan keringat, bau, dan daya tahan.
Dua bahan paling umum untuk kaos kaki adalah katun dan polyester. Keduanya punya tempatnya, tapi untuk pemakaian harian di cuaca panas dan lembap, perbedaannya terasa di kaki.
Katun: adem dan menyerap keringat
Serat katun menyerap keringat dan membiarkan udara lewat, jadi kaki tidak terasa pengap. Karena keringat tidak menumpuk, bakteri penyebab bau tidak mudah berkembang. Kekurangannya: katun murni cenderung melar, karena itu produsen mencampurnya dengan sedikit spandeks.
Polyester: kuat, tapi menahan panas
Polyester tahan lama dan cepat kering, cocok untuk olahraga intens. Namun serat sintetis kurang bernapas; pada cuaca panas kaki cepat lembap dan bau lebih mudah muncul.
Pilihan untuk sehari-hari
Untuk kantor, sekolah, dan jalan-jalan, katun dengan campuran spandeks adalah kombinasi paling nyaman: adem seperti katun, elastis seperti sintetis. Kaos kaki LOMIRA dibuat dengan 85% katun dan spandeks — tersedia hitam, putih, dan abu-abu di koleksi kaos kaki.
Tips: apa pun bahannya, ganti kaos kaki setiap hari dan cuci dengan benar. Caranya ada di artikel cara mencuci kaos kaki agar tidak bau.

